What's New:

Showing posts with label Fiction. Show all posts
Showing posts with label Fiction. Show all posts
Ketika masih SD dulu saya pernah baca cerita tentang ini di majalah Animonster. Kalau nggak salah itu seputar manga challenge gitu. Udah gitu nggak tau lagi deh kelanjutannya gimana.
Perbandingan gambar Eggnoid tahun 2002 sama 2015. Sumber: Archie the Red Cat (kiri diambil dari deviantart-nya, kanan dari Facebook fanfage).
Dan, belakangan ini liat cerita ini hadir kembali di Webtoon. Yup, awalnya nongol di Webtoon Challenge, itu juga saya tahu dari fanpage-nya. Dengan improvement yang luar biasa. Ya, iyalah itu khan di-publish sekitar tahun 2001-2003.
Not related with topic, tapi dulu adik sempet beli bukunya Archie the Red Cat yang di-publish di Elex Media Komputindo lewat Serial Cantik yang judulnya White Feather.   

Judul: Eggnoid
Penulis: Archie the Red Cat
Genre: Romance
Jumlah Chapter: 03 (ongoing)
Bahasa: Bahasa Indonesia
Sinopsis:
“Cowok tampan yang keluar dari telur misterius mengejutkan hidup Ran!”

Masih belum bisa komentar banyak. Pertama karena ceritanya baru 3 chapter, kedua karena seingat saya ada plot cerita yang berubah.

Kalau dulu Ran itu masih punya orang tua, at least setahu saya sih Mamanya masih ada dan ujug-ujug nongol deh itu telur. Perbedaannya disana sampai ada adegan tertentu yang tentunya masih lulus sensor, kalau sekarang mah bakalan disensor yaa.

Dulu, saya masih kecil, jadi saya belum ngeh. Tapi isi ceritanya lucu, dulu lebih ke arah komedi. Singkat cerita, kisah tentang seorang anak yang memiliki Ibu yang kepingin anaknya cepet married, haha. Tapi, nggak tau deh. Soalnya saya belum sempet baca lanjutannya. Coba deh ubek-ubek koleksi kakak atau teman yang punya majalah Animonster sekitar tahun itu. Lanjutannya di Anima, sayang saya nggak sempat baca.

Yang jelas isi ceritanya itu jelas-jelas fantasi, ada tema lokal meskipun gaya penyampaiannya itu universal (lho?) dan pastinya ngena deh sama kehidupan sehari-hari. 
Bercerita tentang Kirana, seorang anak yatim piatu yang jadi korban PHP. 
Oleh teman baik sekaligus tetangganya. 
Ketika Kirana baper, tiba-tiba muncul telur misterius secara mistis (?) dan dari sana muncul seorang cowok yang keluar dari telur. 
Dan berkata Mama!  Nah, itulah awalan dari Eggnoid. Kira-kira apa yang bakal terjadi selanjutnya ya? Saya sih udah ada gambaran tersendiri tapi nggak mau spoiler nih ceritanya. 
Dari segi gambar mah jangan ditanya. Itu udah bagus banget. Saya aja belum bisa gambar kayak gitu. Kira-kira berapa hari tuh ya beresin. Di tiap chapter ada lukisan manual sebagai pemanis. Dan setelah terbit juga ada penambahan detail yang nggak ada di versi challenge. Wah, usahanya pasti ekstra keras. 
Hal tersebut juga jadi pertimbangan mengapa Webtoon ini jadi pilihan pembaca dan jadi pemenang Webtoon Challenge.

Soal kurangnya? Hmm, ngutip kata Tulus. 
"Manusia pasti ada kurangnya, jadi ya udah santai aja."  
Penasaran? 

Eggnoid di-update setiap hari senin. Kunjungi webtoon-nya disini: Eggnoid.

Kunjungi juga fanpage-nya Archie the Red Cat.

Sekedar tambahan. Sebagai pembaca saya juga punya unek-unek mengenai komentar yang ada di Webtoon. Ide bisa datang dari mana saja, ketika ada yang terlihat sama belum tentu menjiplak. Kalau dibilang kemiripan okelah, tapi kalau sampai menuduh. 

Wah. Itu. Kebangetan. Terlalu kalau kata Bang Rhoma mah.

Dan nggak ada salahnya untuk mencoba menuliskan komentar yang baik, mendukung, kalaupun mau ngeritik gunakan bahasa yang enak. Bayangkan jika tulisan itu ditujukan buat diri kita sendiri. Komentar itu nggak pake mahal kok. Kalau komikusnya seneng, khan mereka bisa jadi makin produktif, siapa tau bisa update sering-sering atau dikasih lebih.
Berikut ini hanya sedikit dan di luaran sana masih ada banyak lagi. Sumber: Mbah Google. 
Percayalah. Selain Archie the Red Cat, ada banyak komikus Indonesia juga punya banyak karya bagus, nggak kalah bagus sama karya luar. Sayangnya tidak ter-notice karena kalah saing sama komik luar. Saatnya melek dan percaya sama karya anak bangsa sendiri.

Gak ada hubungannya lagi. Nulis ini sambil denger ‘Sewindu’dari Tulus.

Dan, untuk sumber gambar Eggnoid saya ambil langsung dari Webtoonnya. 

Sekian dari saya, sampai jumpa di ulasan selanjutnya. Terima kasih sudah membaca ;)
Ketika mendengar Astrologi, apa sih yang ada di benak kalian?

Saint Seiya? Zodiac P.I? Ask Dr. Rin (lho?)

Kalau saya sih jadi ingat tentang ramalan bintang. Dulu ketika saya masih kecil, imut-imut dan ngegemesin (hih!) saya suka iseng-iseng melihat majalah Mama. Nah, disana kadang ada ulasan tentang ramalan bintang. Eh, nggak cuma di majalah Mama lho, kadang liat di majalah anime dulu juga ada ulasan begitu.

Jika kita membuka pemikiran kita, ada banyak hal lho yang bisa dipelajari. Kalau saya sekarang sih sudah nggak melihat ramalan bintang lagi, tapi lebih mempelajari karakteristik tiap rasi bintang tersebut. Karena itu menarik. Dan, beberapa bulan terakhir entah mengapa saya jadi tertarik dengan Astrologi. Entah kesambet apaan yak jadi suka beginian. Tapi yang jelas, bisa dikaitkan dengan self-improvement alias pengembangan diri.

Bagi saya yang lahir dibawah naungan Scorpio. Saya merasa karakteristik yang digambarkan secara umum itu ngena dan nancep banget terutama yang jeleknya (kalau memang merasa), alasannya buat memperbaiki diri. Gitu.

Nah, itulah mungkin mengapa Astrolo(ve)gi yang akhirnya saya temukan ini bisa menjadi medium yang tepat untuk mempelajari lebih lanjut tentang (silakan isi sendiri). Umm, secara general, tentang diri sendiri, begitu juga dengan orang lain. Oke, intro-nya kepanjangan, kita mulai aja yak!

Astrolo(ve)gi
Penulis: Amal S. Azwar, Bintang Pradipta, Caca Kartiwa, Calvin Michael Sidjaja, Dodi Prananda, El Ayn Morve, Hendri Yulius, Kindy Marina, Madam M., Nikotopia dan Rizal Iwan.
ISBN: 978-602-02-5738-9
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo
Genre: Romance
Tanggal Terbit: 26 Januari 2015
Halaman: 244
Harga: Rp. 44.800,-




Mulai baca dari Scorpio-Aries-Taurus-Cancer-Capricorn-Sagitarius-Virgo-Leo–Libra-Aquarius berakhir dengan Gemini dan Pisces. Dan, selesai baca tanggal 12 Nopember, karena bacanya bertahap (nggak biasa baca novel). Sebenernya udah kegatelan mau review tapi ditahan dulu sampai waktu yang ditentukan.  

Hal yang disukai

Cover

Meskipun sederhana, tapi kesan yang ditampilkan itu apik dan unik. Uniknya itu dibuat ala TTS. Buat saya sih. Nggak tau deh buat yang lain, hehe.

Cerita

Jujur, saya suka banget karya Ex karya Rizal Iwan. Entah mengapa saya merasa gaya tulisannya ini punya keunikan tersendiri dari cara penyampaiannya. Atau mungkin relatable ya sama yang baca.

Kedua, karya Calvin Michael Sidjaja yang berjudul S.O.S. Ketika selesai baca ceritanya bikin bulu kuduk berdiri. Paling suka sama kutipan:
“Namamu menggambarkan kepribadianmu. Kamu selalu ingin memberi cahaya kepada orang lain. Tapi siapa yang akan menolongmu? Aku heran denganmu. Kamu dari dulu selalu di-bully, tapi selalu merasa ingin menolong orang lain, padahal kamu bahkan tidak bisa menolong dirimu sendiri.”
dan
“Aku tidak mengatakan jiwa ini tidak bisa disembuhkan. Hanya saja belum waktunya. Mungkin. Jika kita bertemu lagi suatu saat nanti.”
Bukan berarti nggak suka sama sisanya ya, hanya saja kadar sukanya saja yang berbeda.  

Melalui karya Nikotopia lewat “A Letter For Capri” saya jadi tau lagu bagus lewat buku ini. “You Make Me Feel Brand New” dan “And, I Love You So”. Mengingatkan saya kembali akan adanya suatu alasan di setiap tindakan.

Lewat “Cis!” Karya Bintang Pradipta dan “Killing Kenny Softly” (malah jadi inget Kenny di South Park ya) karya Dodi Prananda saya belajar mengenai sisi-sisi lain akan kehidupan asmara. Sempat membuat saya menganggukan kepala sambil menggumam.

Dibikin cengo sama cerita kisah Leo(n) karya Amal S Azwar. Plot twist banget, karena… Ya, gitu deh. Merasa nyesek ketika baca Scully Doesn’t Know (Mulder Does Know) karya Hendri Yulius.

Senyam-senyum sendiri ketika membaca “Filosofi Ngupil” karya Kindy Marina dan juga so sweet moments si kembar lewat “Putus. Pupus” oleh El Ayn Morve.  

Ada cerita yang ketika membaca itu seakan merasa tidak nyata lewat Scorpion Lovers karya Madam M dan Midnight Disaster yang juga karya Hendri Yulius. Serasa ada di dunia lain, but in a good way.  

Dan dibuat bingung sama cerita Januari Jasmin. Hal-hal yang saya suka di cerita ini adalah karena menggambarkan fenomena yang terjadi. Dan, keren buat masukin referensi seniman-seniman lokal diantara seniman internasional. Buat orang kudet kayak saya khan bisa nambah wawasan hehehe.

Tiap kisah punya kejutan tersendiri. Ada momen “hmm, sudah kuduga” ketika melihat awal-awal cerita dan langsung bungah sumringah ketika tebakan tepat mengenai sasaran.

Sehabis baca ini saya jadi tertarik buat baca karya mereka lainnya.

Hal yang kurang disukai

Entah, mungkin memang saya yang jarang atau saya memang kurang suka membaca novel (kecuali novel tertentu). Beberapa diantaranya ada yang menggunakan kiasan seperti (taruh nama artis) atau deskripsi abstrak seperti hot. Karena saya nggak tau semua siapa artis yang dimaksud, dan menggambarkan seseorang hot itu terlalu abstrak menurut saya. Kalau itu memang umum atau memang ditujukan buat specific target audience. Umm, okay. My bad. Maybe it’s not you, it’s just me.  

Penutup

Meskipun saya antusias dengan tema zodiak, jujur awalnya saya agak skeptis akan “Apakah saya bisa menikmati novel ini?” karena saya memang jarang baca novel. Tapi, seiring membaca halaman demi halaman rasa skeptis itu luntur sudah, malah saya amat menikmatinya. Tiap cerita beda penulisannya, beda gaya berceritanya, karena memang beda orangnya. Tentunya ada hal yang sreg maupun nggak sreg.

Setidaknya dari membaca buku ini, saya mendapatkan sesuatu. Kalau suka cerita fiksi romance dengan bumbu zodiak, buku ini bisa jadi pilihan. Kalau yang kurang suka, mending jangan coba-coba deh. Buat yang lagi seret atau kan(tong)ker(ing), bisa nyari pas ada diskon di online shop, di-check satu-satu karena diskon-nya bisa bervariasi ^^

Saya bukan kritikus, hanya sekedar pembaca yang ingin menuangkan unek-unek hehe. Semoga tidak enek lihat tulisan saya.

Kunjungi fanpage Astrolo(ve)gi disini~

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi janji yang ditulis disini. Dalam minggu ini sedihnya cuma sempat bikin 1 review. Waktunya banyak kesita sama 30 Days Drawing Challenge haha. Oke, kembali ke challenge lagi buat hari ke 6.